Selasa, 14 April 2020

5 CARA PENGAMANAN DATA ATAU KEAMANAN PRIVASI


Bagaimana cara mengamankan data atau privasi

1.    Pakai Antivirus
Saat membeli komputer baru, banyak orang khawatir mengenai fitur keamanannya. Kekhawatiran tersebut membuat mereka memasang beberapa aplikasi keamanan sekaligus seperti antivirus dan antispyware. Padahal, hal ini akan membebani kinerja komputer yang berimbas pada performa.
Untuk mengatasi permasalahan semacam itu, saat ini OS seperti Windows 10 sudah menyediakan antivirus bawaan. Namun jika masih terasa kurang, kalian cukup memasang satu antivirus lagi sesuai dengan yang diinginkan.

adware-and-spyware-anti-virus – tp-sobesednik
Cara melindungi Perangkat Komputer langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk melindungi perangkat komputer dari penyusupan:
• Selalu Aktifkan Firewall
• Gunakan Antivirus dan Antispyware
• Kelola Sistem Operasi dan Browser
• Lindungi Semua Perangkat

Gunakan Jaringan Nirkabel Secara Aman
• Jaringan nirkabel memungkinkan perangkat yang mendukung Wi-Fi, seperti laptop dan tablet, terhubung ke jaringan melalui pengidentifikasi jaringan, yang disebut sebagai SSID (Service Set Identifier)
Untuk mencegah penyusup masuk ke jaringan nirkabel:
• Merubah SSID standar dan kata sandi default.
• Mengkonfigurasi router nirkabel agar tidak menyiarkan SSID, yang memberikan hambatan tambahan untuk menemukan jaringan.
• Mengenkripsi komunikasi nirkabel dengan mengaktifkan keamanan nirkabel dan fitur enkripsi WPA2 pada router nirkabel.

Kelemahan WP2
• memungkinkan penyusup memecah enkripsi antara router nirkabel dan klien nirkabel, serta memungkinkan penyusup mengakses dan memanipulasi lalu lintas jaringan.
• dieksploitasi menggunakan KRACK (Key Reinstallation Attacks).
• Untuk mencegah seseorang mencegat informasi (“menyadap”) saat menggunakan jaringan nirkabel publik, gunakan tunnel dan layanan VPN terenkripsi.


Bluetooth
• Bluetooth dapat dieksploitasi oleh peretas untuk
menyadap, membuat kontrol akses jarak jauh,
mendistribusikan malware, dan menguras baterai.
• Untuk menghindari masalah ini, nonaktifkan
Bluetooth bila tidak digunakan.

2.    Ganti password secara berkala
Mengganti password secara berkala setiap enam bulan hingga satu tahun sekali sangat dianjurkan. Selain itu, sebaiknya gunakan password kuat dengan berbagai kombinasi di dalamnya seperti huruf, angka dan simbol.
Kalian bisa menggunakan aplikasi kalender untuk memberikan pemberitahuan jika sudah saatnya mengganti password. Kalian juga bisa menggunakan sejumlah aplikasi password manager untuk mengelola password pada berbagai akun online.


Akun Anda Terkunci? Simak Cara Ganti Password Instagram dan ...


Kata Sandi Unik untuk Setiap Akun Online
• Tidak menggunakan kata dalam kamus atau nama dalam Bahasa apa pun
• Tidak menggunakan kesalahan eja yang umum dari kata dalam kamus
• Tidak menggunakan nama komputer atau nama akun
• Jika memungkinkan, gunakan karakter khusus, misalnya ! @ # $ % ^ & * ( )
• Gunakan kata sandi dengan 10 karakter atau lebih

Cara Bikin Password yang Aman serta Mudah Diingat, Catat dan Coba deh!

Gunakan Kalimat Sandi dan Bukan Kata Sandi
• Untuk mencegah akses fisik yang tidak sah ke perangkat komputer, gunakan kalimat sandi, dan bukan kata sandi.

Tips memilih kalimat sandi yang bagus:
• Pilih pernyataan yang bermakna untuk Anda
• Tambahkan karakter khusus, misalnya ! @ # $ % ^ & * ( )
• Semakin panjang semakin baik
• Jangan gunakan pernyataan yang umum atau terkenal, misalnya lirik dari lagu popular



Standar Sandi NIST (National Institute for Standards and Technology)
• Panjang minimum 8 karakter, maksimum 64 karakter
• Bukan kata sandi umum yang mudah ditebak, misalnya password, abc123
• Tidak ada aturan penyusunan, misalnya berisi huruf besar dan kecil serta angka
• Meningkatkan keakuratan pengetikan dengan memungkinkan pengguna melihat kata sandi saat mengetik
• Semua karakter cetak dan spasi boleh digunakan
• Tidak ada petunjuk kata sandi
• Tidak ada waktu berakhir berkala atau mendadak untuk kata sandi
• Tidak ada otentikasi berdasarkan pengetahuan, misalnya informasi dari pertanyaan rahasia bersama, data pemasaran, riwayat transaksi

Membuat dan Menyimpan Kata Sandi yang Kuat
• Bagian 1: Membuat Kata Sandi yang Kuat
• Kata sandi yang kuat memiliki empat persyaratan yang tersusun dalam urutan keutamaan:
1) Pengguna dapat mengingat kata sandi dengan mudah.
2) Kata sandi tidak mudah ditebak oleh orang lain.
3) Kata sandi tidak mudah ditebak atau ditemukan oleh
program.
4) Kata sandi harus rumit, berisi angka, simbol, serta
gabungan huruf besar dan kecil.

kebijakan kata sandi yang ditetapkan untuk organisasi pada umumnya:
• Panjang kata sandi harus setidaknya 8 karakter
• Kata sandi harus berisi huruf besar dan kecil
• Kata sandi harus berisi angka
• Kata sandi harus berisi karakter non-alfanumerik


3.     Backup data dan dokumen penting
Jika kalian sering bekerja secara offline, pasti akan menyimpan data dan dokumen pada drive penyimpanan yang tersedia. Untuk mencegah kehilangan data yang disebabkan berbagai hal, kalian dapat melakukan proses backup.
Saat ini ada banyak layanan cloud seperti OneDrive atau Dropbox untuk menyimpan data dan dokumen secara online. Bagi yang jarang terhubung ke internet, bisa menyimpan data-data tersebut pada flashdisk atau hard disk eksternal.

Selalu Backup Data


Cadangkan Data :
• Memiliki cadangan dapat mencegah hilangnya data tak tergantikan, misalnya foto keluarga. Untuk membuat cadangan data dengan benar, memerlukan lokasi penyimpanan tambahan untuk data dan harus menyalin data ke lokasi tersebut secara rutin dan otomatis.
• Lokasi tambahan untuk file cadangan:
• dapat berada di jaringan rumah (NAS),
• lokasi sekunder (Flaskdrive/Harddrive/CD/DVD), atau
• Cloud (AWS (Amazon Web Services)/Dropbox).

Menghapus Data Secara Permanen
• Untuk menghapus data agar tidak lagi dapat dipulihkan, data harus ditimpa dengan angka biner satu dan nol beberapa kali.
• Untuk mencegah pemulihan file yang dihapus, perlu menggunakan alat bantu yang dirancang khusus untuk melakukan hal tersebut.
• Program SDelete dari Microsoft (untuk Vista dan versi lebih baru), mengklaim dapat sepenuhnya menghapus file sensitif.
• Shred untuk Linux dan
• Secure Empty Trash untuk Mac OSX adalah beberapa alat bantu yang mengklaim menyediakan layanan serupa.
• secara fisik menghancurkan hard drive atau perangkat penyimpanan.

4.    Jangan sembarangan melakukan pembayaran online
Salah satu aktivitas yang sering dilakukan menggunakan komputer adalah belanja online. Selain menghemat waktu dan tenaga, barang yang dijual di situs belanja online juga jauh lebih murah. Namun, kalian harus berhati-hati dan jangan sembarang melakukan pembayaran secara online.
Gunakan platform e-Commerce terpercaya dalam melakukan sistem pembayaran. Untuk mencegah penipuan, hindari memberikan data pribadi dan nomor rekening pada saat berbelanja secara pribadi.

Lockdown Corona? Tenang, Aplikasi Belanja Ini Bisa COD | Pricebook

Otentikasi Dua Faktor
• Layanan online Google, Facebook, Twitter, LinkedIn, Apple, dan Microsoft, menggunakan otentikasi dua faktor untuk memberikan lapisan tambahan keamanan untuk masuk ke akun.
• Selain nama pengguna dan kata sandi, atau PIN (nomor identifikasi pribadi) atau pola, otentikasi dua faktor memerlukan token kedua, seperti:
v  Objek fisik - kartu kredit, kartu ATM, ponsel, atau fob
v  Pemindaian biometrik - pemindaian sidik jari, pemindaian telapak tangan, dan pengenalan wajah atau suara.

5.    Abaikan pesan spam
Pengguna komputer sering kali menerina pesan berantai berisi promosi atau iklan menarik di berbagai media sosial. Hal ini sangat berbahaya, terutama jika ternyata itu adalah pesan spam. Oleh karena itu, jangan pernah membuka link di dalam pesan spam tersebut.
Hal pertama yang perlu dilakukan adalah memastikan link tersebut asli dan bukan jebakan dari penjahat siber. Gunakan Google untuk memeriksa situs web resmi dari pesan yang diterima. Segera hapus jika ternyata pesan tersebut mencurigakan.
Tujuh tips di atas sebenarnya tidak hanya berlaku untuk pengguna komputer, tapi juga para pengguna gadget lain seperti smartphone dan laptop.

Menggunakan Apache SpamAssassin™ untuk Proteksi Spam Melalui ...

Jangan Bagi Terlalu Banyak Informasi di Media Sosial
• Mempertahankan privasi di media sosial, dengan memberikan sedikit mungkin informasi. Tidak memberikan informasi seperti tanggal lahir, alamat email, atau nomor telepon di profil diri.
• Orang-orang yang perlu mengetahui informasi pribadi Anda mungkin sudah mengetahuinya. Jangan isi profil media sosial dengan lengkap, hanya berikan informasi minimum yang diperlukan.
• Periksa pengaturan media sosial agar hanya membolehkan orang yang dikenal untuk melihat aktivitas atau terlibat dalam percakapan Anda.

Privasi email dan Web Browser
• Mengirim email, serupa dengan mengirim pesan menggunakan kartu pos. Pesan kartu pos dapat dilihat oleh siapa pun yang dapat melihatnya.
• Pesan email dikirim dalam bentuk teks sederhana, dan dapat dibaca
oleh siapa pun yang dapat mengakses.
• Komunikasi email juga melewati berbagai server sewaktu dikirim ke
tujuan. Bahkan bila pesan email dihapus, pesan tersebut dapat
diarsipkan di server email selama beberapa waktu.
• Siapa pun yang memiliki akses fisik ke komputer, atau router, dapat
melihat situs web yang pernah dikunjungi menggunakan riwayat
peramban web, cache, dan file log.
• Masalah ini dapat diminimalkan dengan mengaktifkan mode
penelusuran Privacy web browser. Sebagian besar web browser yang
populer memiliki istilah sendiri untuk mode browser rahasia:
• Microsoft Internet Explorer: InPrivate
• Google Chrome: Incognito
• Mozilla Firefox: Tab/jendela rahasia
• Safari: Private: Private browsing



5 CARA PENGAMANAN DATA ATAU KEAMANAN PRIVASI

Bagaimana cara mengamankan data atau privasi 1.     Pakai Antivirus Saat membeli komputer baru, banyak orang khawatir mengenai fitur...